Launching NTB-PROV CSIRT Untuk Keamanan Siber dan Sandi

Guna memaksimalkan pelayanan dan mewujudkan keterbukaan informasi publik menuju NTB Gemilang, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat hari ini melaunching NTB-PROV CSIRT (Computer Security Incident Response Team) di Lombok Astoria Hotel, Rabu. (04/11/2020)

Kegiatan ini ditandai dengan pemukulan gendang belek oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M.Si bersama Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan (Deputi III) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan, S.E., M.H., dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH.

Computer Security Incident Response Team adalah sistem pengaman sebuah organisasi atau tim yang bertanggungjawab untuk menerima, meninjau dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Tim ini di bentuk dengan tujuan untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi pada organisasi.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu. Gita Ariadi, M.Si mejelaskan dengan keberadaan NTB-PROV CSIRT ini akan diharapkan dapat membantu Pemerintah Daerah dalam hal penanganan ancaman keamanan siber dan sandi. Agar pelaksanaan tugas TIM lebih maksimal, menurut Miq Gite SDM yang melaksanakan tugas perlu mendapatkan bimbingan teknis.

Sementara itu Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan (Deputi III) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan, S.E., M.H. mengatakan di Launchingnya NTB-PROV CSIRT ini merupakan bagian dari Tugas BSSN di bidang keamanan siber dan sandi untuk membantu presiden selain berfungsi merumuskan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan teknis dibidang keamanan siber dan persandian, BSSN juga berfungsi melaksanakan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang persandian.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB Gde Putu Aryadi, S.Sos.MH. menjelaskan saat ini terdapat 160 aplikasi yang digunakan pemerintah daerah guna memenuhi pelayanan publik, untuk itu sistem ini sangat diperlukan agar dapat dilakukan pemulihan dan mencegah gangguan pada sistem komputer pemprov.

Gde juga menjelaskan BSSN telah menetapkan 10 daerah di Indonesia sebagai pilot projek pembentukan Computer Security Incident Response Team ini termasuk didalamnya Provinsi Nusa Tenggara Barat.

#ntbgemilang

#newnormal

#ntblawancorona

#ntbmandiridansejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.