Pemprov Akan Menjadi Garda Terdepan Vaksinasi Perdana

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB menegaskan Pemprov akan menjadi garda terdepan dan akan memberikan kepercayaan kepada masyarakat mengenai vaksin Covid-19.

“Apa yang kita lakukan adalah wujud negara hadir sebagai garda terdepan untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat kita mengambil peran perdana untuk melakukan vaksin covid-19 ini,” jelas Miq Gite

Penegasan itu disampaikan Sekda saat memimpin rapat persiapan pelaksanaan pemberian vaksin perdana yang berlangsung di Ruang kerjanya bersama pimpinan OPD Lingkup Provinsi NTB, Senin (11/01).

Sekda menambahkan, melalui vaksinasi perdana ini diharapkan masyarakat percaya tentang keamanan vaksin sinovac serta yakin tentang pentingnya vaksinasi mengingat pandemi Covid-19 sudah memasuki gelombang kedua.

Miq Gita berharap agar masyarakat tidak paranoid dan menganggap vaksin ini berbahaya. Terlebih dengan telah dikeluarkannya fatwa MUI tentang kehalalan dan kesuciannya, sambil menunggu izin penggunaan dari Balai POM.

Sementar itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., memaparkan kesiapan teknis vaksinasi perdana, menjelaskan bahwa vaksinasi akan dilakukan melalui proses skreening terlebih dahulu sebelum disuntikkan kepada penerima vaksin. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik. Kemudian dr. Eka menjelaskan, ada 15 penyakit yang jika seseorang memilikinya, maka ia tidak dapat diberikan vaksin Covid-19.

“Kita betul – betul akan melakukan cek up awal agar tidak terjadi mis” jelas dr. Eka.

dr. Eka juga  menjelaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan 400 vaksinator dari tenaga kesehatan yang berasal dari RSU Provinsi NTB, RSAD , RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram.

“Persiapan vaksinator yang dilatih, hari ini sudah masuk ke pelatihan ke – 2 sampai tanggal 13 sudah selesai pelatihannya” katanya

Ia menambahkan ada masyarakat yang yang tidak bisa diberikan vaksin covid-19 karena penyakit yang diderita diantaranya adalah pasien yang pernah terkonfirmasi menderita covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun (lupus, sjogren, vasculitis) kemudian penderita penyakit ginjal, penderita reumatik autoimun dan penderita penyakit saluran pencernaan kronis.

Selain itu lanjut dr, Eka, vaksin juga tidak bisa diberikan kepada penderita penyakit hipertiroid, penderita penyakit kanker, kelainan darah, defisiensi imun, penerima transfusi, penderita ISPA (Batuk, Pilek,, sesak napas) dalam tujuh hari terakhir sebelum vaksinasi kemudian penyakit lainnya adalah penderita diabetes melitus, penderita penyakit paru (asma, tuberkolosis) dan yang terakhir penderita HIV.

#ntblawancorona

#newnormal

#ntbgemilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.